Tingkatkan Kajian Keislaman Global, Tiga Negara Jalin Kerja Sama Akademik

By Admin


Dok. Kemenag

nusakini.com, Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi memulai program pelatihan singkat lintas budaya bersama Leiden University dan Netherlands Institute in Morocco (NIMAR). Pembukaan kolaborasi akademik trilateral ini dilangsungkan secara luring di Rabat, Maroko, pada Senin (12/10/2026).

Agenda strategis yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (22/10/2026) ini fokus pada penguatan kapasitas riset Islam komparatif. Sebanyak 12 akademisi perwakilan perguruan tinggi keagamaan Indonesia ditugaskan untuk mempresentasikan rancangan penelitian mereka di hadapan pakar internasional.

Direktur NIMAR, Prof. Léon Buskens, menyambut positif realisasi kerja sama lintas benua yang dinilai sangat bersejarah ini. "Setelah hampir satu dekade, gagasan tersebut akhirnya dapat diwujudkan melalui kolaborasi NIMAR, Leiden University, dan Kementerian Agama Republik Indonesia," ujarnya di Rabat, Senin (12/10/2026).

Program ini lahir sebagai tindak lanjut atas kesepakatan tertulis yang sebelumnya diteken oleh petinggi Kemenag dan Presiden Dewan Eksekutif Leiden University. Target utama dari penyelenggaraan acara perintis ini adalah mempersiapkan draf proposal kolaboratif guna membidik pendanaan MORA AIR Fund 2027.

Menurut Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Arskal Salim, bergabungnya Maroko membuka jalan menuju pemahaman studi keagamaan yang lebih luas. Para peserta dituntut mampu mengidentifikasi serta membandingkan isu-isu kontemporer mulai dari otoritas keagamaan perempuan hingga respons umat terhadap kecerdasan buatan.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maroko juga memastikan dukungan penuhnya terhadap langkah diplomasi akademik tersebut. Pejabat Fungsi Politik dan Ekonomi KBRI Rabat, Regia Mutiara Rozuah, menilai program ini berhasil menjadi tonggak penting dalam relasi bilateral kedua negara.

Melalui diskusi dan pendampingan intensif, para ahli lintas negara ini berupaya menghasilkan publikasi ilmiah yang diakui secara global. Model kerja sama strategis antara kawasan Selatan dan Utara ini diharapkan tidak berhenti di sini dan terus berlanjut secara berkesinambungan. (*)